Inspiring Generations

Kesaksian Mbak Tutut Menjelang Soeharto Wafat: Tempat Tidurnya Diputar Menghadap Kiblat

Kesaksian Mbak Tutut Menjelang Soeharto Wafat: Tempat Tidurnya Diputar Menghadap Kiblat
Tidak ada tanda-tanda Soeharto akan pergi begitu cepat meninggalkan anak-anak dan cucunya. Berikut kesaksian Mbak Tutut seperti yang ia tulis di tututsoeharto.id.

Sore harinya, bapak agak drop kesehatannya, tim dokter bertanya pada bapak : “Bapak, kami akan memeriksa bapak ya.”

Bapak menjawab : “Tanyakan pada Tutut saja.”

Para dokter agak bingung lalu menyampaikan pada saya. Saya sampaikan, “Ayo saya temani periksa bapak.”

Pada malam harinya, kebetulan saya dan Mamiek jaga bapak. Bapak kelihatan drop sekali. Tapi setiap kami tanyakan, bapak ada yang sakit, bapak hanya geleng kepala.

Sampai pagi akhirnya bapak tertidur dengan tenang, subuh saya dan Mamiek mencoba tidur sebentar. Namun baru sekejap kami tidur sudah dibangunkan suster bahwa bapak kritis. Kami berdua ke kamar bapak. Bapak, ditemani Sigit, nampak tertidur dengan tenang tapi sudah tidak membuka mata. Kami putuskan memanggil semua keluarga. Sesampainya semua di rumah sakit, satu persatu saya minta semua cium tangan bapak, sambil saya dan adik-adik membimbing bapak, membisikkan di telinga bapak, untuk istighfar dan bertasbih. Salah seorang dari perawat bapak, ikut membisikkan terus khalam ILLAHI, sampai terhenti nafas bapak.

Bapak tampak tenang sekali, tidak sedikitpun raut kesakitan di wajah bapak. Saya rasa semua keluarga, sudah hadir semua, bapak semakin tenang helaan nafasnya, hanya tidak membuka mata. Kami berdoa semoga keajaiban terjadi, sehingga bapak diberi kesehatan. Saat menjelang siang, datang adik bapak, ibu Bries Soehardjo, yang baru saja menjalani operasi by passjantung di Singapore, dan bu Bries tidak pernah diberi tahu bahwa bapak dalam keadaan kritis. Kami ajak masuk ke bapak, kami bisikkan, bahwa bu Bries sudah datang. Rupanya bapak menunggu semua keluarga berkumpul.

Leave a Comment