Inspiring Generations

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut
Mantan Presiden RI BJ Habibie. (Foto: Istimewa)

KETIKA itu situasi keamanan nasional sedang amburadul. Kerusuhan terjadi dimana- mana. Amuk massa tak terbendung lagi.

Soeharto tahu diri. Ia lengser, lalu menunjuk murid kesayangannya untuk duduk di kursi empuknya. Dibalik alih kekuasaan itu, ada berbagai macam cerita menarik yang tertuang dalam buku 'Detik-detik yang Menentukan' karya BJ Habibie. Berikut cuplikannya: 

SIRENE suara mobil pengawal kepresidenan terdengar meraung-raung di seantero kantor Menristek di kawasan Jl Thamrin, Jakarta.

Para karyawan berhamburan melambai-lambaikan tangannya. BJ Habibie yang ada di dalam mobil membalasnya dengan lambaian tangan.

Itulah suasana pada hari-hari pertama BJ Habibie seusai dilantik menjadi Presiden RI, tangga 21 Mei 1998.

Pria asal Pare-Pare itu tak mungkin duduk di kursi RI 1 jika tak ada kerusuhan Mei atau tekanan dari mahasiswa yang cukup dasyat terhadap Soeharto.

Leave a Comment