Inspiring Generations

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut
Mantan Presiden RI BJ Habibie. (Foto: Istimewa)

Setelah itu Habibie dipersilakan masuk ke ruangan kerja Soeharto. Sambil membuka sehelai kertas besar berisi nama-nama anggota Kabinet Reformasi, Soeharto meminta agar Habibie mengecek ulang nama-nama tersebut.

"Kesempatan itu saya manfaatkan untuk mengusulkan beberapa perubahan. Karena ada perbedaan pandangan menyangkut beberapa nama, maka terjadilah perdebatan yang cukup hangat. Saya menyadari bahwa Pak Harto mempunyai alasan tersendiri yang sudah dia pertimbangkan."

"Sebaliknya saya juga mempunyai alasan yang rasional dan sesuai aspirasi masyarakat yang berkembang," kenangnya.

"Akhirnya, karena tidak ada titik temu, maka saya persilakan Pak Harto memutuskan apa yang terbaik, karena penyusunan anggota kabinet adalah hak prerogatif presiden," ujarnya.

Kabinet Reformasi terbentuk. Tak lama kemudian, Soeharto memanggil Menteri Sekretaris Negara, Saadilah Mursyid, untuk segera membuat Keputusan Presiden mengenai Susunan Kabinet Reformasi yang baru saja dibentuk.

Sesuai rencana, Kamis 21 Mei 1998 di Istana Merdeka, Presiden didampingi Wakil Presiden akan mengumumkan susunan Kabinet Reformasi.

Leave a Comment