Inspiring Generations

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut

BJ Habibie: Tidak Mungkin Soeharto Saya Tinggalkan, Saya Bukan Pengecut
Mantan Presiden RI BJ Habibie. (Foto: Istimewa)

Padahal, kabinet baru saja dibentuk. Selain itu, Soeharto sama sekali tidak menyinggung kedudukan wakil presiden selanjutnya.

"Menyadari cara berfikir Pak Harto yang telah saya kenal puluhan tahun, tidak disebutnya kedudukan wakil presiden tersebut jelas mempunyai alasan tertentu. Apa yang sebenarnya dikehendaki Pak Harto tentang saya? Apakah saya juga diminta ikut mundur?"

"Pertanyaan ini muncul karena pernyataan Pak Harto sehari sebelumnya di hadapan sejumlah tokoh masyarakat seolah meragukan kemampuan saya. Demikian sejumlah pertanyaan berkecamuk di benak saya," kenangnya.

Apalagi Habibie mengaku mengetahui benar bagaimana prinsip Soeharto soal konstitusional -- Presiden dan Wakil Presiden tidak dipilih sebagai satu paket.

Seperti yang tercantum dalam UUD '45, jika presiden berhalangan melaksanakan tugasnya, maka wakil presiden berkewajiban untuk melanjutkan.

"Keinginan Pak Harto, untuk lengser dan mandito atau mundur sebagai presiden, menjadi seorang negarawan sangat saya pahami dan hormati. Namun, apakah dengan cara demikian pelaksanaanya? Beberapa saat saya diam, dengan harapan mendapat penjelasan mengenai alasan beliau mundur, serta beberapa pertanyaan yang mengganggu pikiran tersebut," kenangnya.



Leave a Comment