Inspiring Generations

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan
HM Soeharto secara resmi menggantikan Ir Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia ke-2 pada 26 Maret 1968. Soeharto kemudian menjadi presiden sekitar 32 tahun lamanya. Foto: Istimewa

Soeharto juga membantah adanya isu bahwa Astana Giribangun itu dihiasi dengan emas. "Omong kosong. Tidak benar! Dilebih-lebihkan. Lihat sajalah sendiri," tutur Soeharto sambil menambahkan bahwa bangunan itu berlantaikan batu pualam dari Tulungagung.

Menurutnya, di ketiga pintu Astana Giribangun ada tulisan yang mengutip pucung, berisikan pegangan hidup yang sudah diajarkan nenek moyang secara turun temurun.

"Hendaknya kita pandai-pandai menerima omongan orang yang menyakitkan tanpa harus sakit hati, ikhlas kehilangan tanpa menyesal dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa."

Selain berbicara soal Astana Giribangun, Soeharto juga mengakui bahwa sebagai manusia dirinya tidak luput dari kesalahan.

"Saya pun tahun saya tidak luput dari kesalahan. Maka seperti berulangkali pernah saya katakan, disini pun saya ulangi lagi, hendaknya orang lain mengikuti contoh-contoh yang baik yang telah saya berikan kepada nusa dan bangsa, dan menjauhi hal-hal yang buruk yang mungkin telah saya lakukan selama saya memikul tugas saya," pesannya.

Apa wasiatnya? "Wasiat saya, sebenarnya bukan wasiat saya sendiri, melainkan wasiat atau pesan kita bersama. Yakni agar mereka yang sesudah kita benar-benar dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini," tuturnya.



Leave a Comment