Inspiring Generations

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan
HM Soeharto secara resmi menggantikan Ir Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia ke-2 pada 26 Maret 1968. Soeharto kemudian menjadi presiden sekitar 32 tahun lamanya. Foto: Istimewa

"Saya ingat terus ajaran leluhur, hormat kalawan gusti, guru, ratu dan wong tuwo karo (hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa, guru pemerintah dan kedua orang tua)," paparnya.

Suatu hari Soeharto pernah menjelaskan soal mistik. Katanya, pengertian mistik adalah ilmu kebatinan, bukan klenik.

Tujuan ilmu kebatinan ialah mendekatkan batin dengan pencipta -- Tuhan Yang Maha Kuasa.

"Sesuai dengan peninggalan nenek moyang kita, ilmu kebathinan itu adalah untuk mendekatkan batin kita kepada-NYA. Itu antara lain berdasarkan ilmu kasunyatan, ilmu sangkan paraning dumadi dan ilmu kasampurnaning hurip (kesempurnaan hidup). Itulah kebatinan yang sebenarnya," kata Soeharto, suatu hari seperti dalam otobiografinya.

Bahkan, Soeharto menilai masyarakat kadang salah kaprah karena mengira ilmu kebatinan itu adalah ilmu klenik.

"Ajaran agama juga sebetulnya sama saja. Agama itu mengajarkan supaya kita dekat kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan, takwa berarti tunduk, patuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-larangan-NYA," tambah Soeharto.

Leave a Comment