Inspiring Generations

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan

Laku Spiritual Soeharto, Saya Diajari Tidur di Tritisan
HM Soeharto secara resmi menggantikan Ir Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia ke-2 pada 26 Maret 1968. Soeharto kemudian menjadi presiden sekitar 32 tahun lamanya. Foto: Istimewa

Jauh-jauh hari sebelum kekuasaan yang ia pegangnya terhempas ke tanah, Soeharto sudah mengetahuinya karena kehidupan ini tidak selamanya berada di puncak.

"Kalau kita mempunyai kedudukan, kekayaan, mempunyai sesuatu yang lebih, jangan lupa bahwa sewaktu-waktu hal itu bisa berubah kalau Tuhan menghendakinya. Sebab itu aja dumeh (jangan mentang-mentang) memiliki kedudukan tinggi terus bertindak sewenang-wenang."

Meskipun Soeharto kerap mengajarkan nilai-nilai kesabaran, namun adakalanya juga pria itu tak berhasil menahan emosinya, manakala berbagai macam fitnah menghampirinya.

Oktober 1974, Soeharto tiba-tiba memanggil G Dwipayana. Kepada Dipo --panggilan akrabnya-- Soeharto meminta agar lelaki itu membuat tulisan untuk membantah sebuah majalah yang telah menurunkan tulisan mengenai asal-usul Soeharto.

Bantahan Soeharto itu harus dimuat di semua surat kabar terbitan Jakarta dan majalah.

Tak hanya itu saja. Selang sehari setelah itu, Soeharto mengumpulkan semua wartawan di Bina Graha.

Leave a Comment