Inspiring Generations

Bung Karno Bawakan Oleh-oleh Satu Set Perhiasan Bermata Pirus Buat Heldy

Bung Karno Bawakan Oleh-oleh Satu Set Perhiasan Bermata Pirus Buat Heldy
Heldy Djafar, mantan istri Bung Karno.

Tak hanya soal warning jangan lupakan sejarah saja yang disampaikan Bung Karno. Dalam pidatonya, ia sempat menyinggung soal Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).

"Apalagi kataku tadi, dalam tahun 1966 ini!!! Tahun 1966 ini, kata mereka: ha, cindelijk, eindelijk, at long last. Presiden Soekarno telah dijambret oleh rakyatnya sendiri. Presiden Soekarno telah dikup. Presiden Soekarno telah ditelikung oleh satu 'triumvirat' yang terdiri dari Jenderal Soeharto, Sultan Hamengku Buwono dan Adam Malik. Dan itu 'Perintah 11 Maret; kata mereka, bukanlah itu penyerahan pemerintahan kepada jenderal Soeharto? Dan tidaklah pada waktu Sidang Umum MPRS yang baru lalu, mereka reaksi musuh-musuh kita mengharap-harapkan, bahkan menghasut-hasut, bahkan menujumkan bahwa Sidang MPRS itu sedikitnya akan menjinakan Soekarno atau akan mencukur Soekarno sampai gundul sama sekali atau akan mendongkel Presiden dari kedudukannya semula? Kata mereka dalam bahasa mereka, 'The MPRS session will be the final settelment with Soekarno'. Artinya Sidang MPRS ini akan menjadi perhitungan terakhir --laatse afrekening-- dengan Soekarno."

Selanjutnya, Soekarno meneruskan kembali pidatonya.

"Surat Perintah 11 Maret itu mula-mula dan memang sejurus waktu, membuat mereka bertempik sorak-sorai kesenangan. Dikiranya SP 11 Maret adalah suaru penyerahan pemerintahan! Dikiranya SP 11 Maret adalah satu penyerahan pemerintahan! Dikiranya SP 11 Maret adalah satu perintah pengamanan. Perintah pengamanan jalannya pemerintahan, pengamanan jalannya pemerintahan. Demikian kataku pada waktu melantik kabinet. Kecuali itu juga perintah pengamanan keselamatan priibadi Presiden, Perintah pengamanan wibawa Presiden. Perintah pengamanan ajaran Presiden. Perintah pengamanan beberapa hal, Jenderal Soeharto telah mengerjakan perintah itu dengan baik. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Soeharto akan hal itu. Perintah pengamanan, bukan penyerahan pemerintahan. Bukan transfer of authority!"

Dalam kesempatan itu, Soekarno juga sempat meledak lawan-lawan politiknya. "Mereka, musuh, sekarang kecele sama sekali!!! Dan sekarang pun, pada hari Proklamasi sekarang ini, mereka kecelee lagi! Lho Soekarno masih Presiden! Lho Soekarno masih pemimpin besar revolusi. Lho Soekarno masih mandataris Perdana Menteri! Lho Soekarno masih berdiri lagi di mimbar ini!"

Pidato Bung Karno yang meledak-ledak itu tentu saja menarik perhatian masyarakat. Bagi Heldy, peristiwa ini begitu penting karena untuk kali pertama sebagai istri Presiden RI, ia menghadiri peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka dan mendengarkan tokoh proklamasi itu berorasi.

Leave a Comment