Inspiring Generations

Belajar tentang Kesabaran dan Keikhlasan...

Belajar tentang Kesabaran dan Keikhlasan...
Penulis Tofan Mahdi sedang merawat ibunya yang kala itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Foto: Istimewa

Saat itu, posisi Ibu sudah janda dan Bapak duda. Menghindari fitnah, sebagai tokoh masyarakat, akhirnya Bapak menikahi Ibu (tahun 1973).

Saat itu sudah zaman Orde Baru dan sebagai mantan Ketua PNI (Partai Nasionalis Indonesia) Jawa Timur, kondisi Bapak sudah terpuruk dan berstatus tahanan kota.

Namun rumah dinas tidak ditarik sama pemerintah karena Bapak didukung oleh KKO. Tahun 1974 saya lahir dan 1977 adik saya Nurul Wardani lahir. Tahun 1979 Bapak wafat karena sakit liver dalam usia 53 tahun.

Karena anak-anak Bapak dari Ibu pertama masih pada kuliah dan sekolah, ibu tidak sanggup membiayai. Akhirnya Ibu membawa saya dan Nurul pulang ke desa Penulupan Kabupaten Pasuruan (saat itu saya baru masuk TK).

Bapak tidak mewariskan harta sama sekali kepada Ibu kecuali dua orang anak: saya dan adek saya. Saat itu, di Penulupan tidak ada sekolah, akhirnya saya disekolahkan di TK Bukir sampai SD kelas 1.

Jarak antara rumah dengan sekolah sekitar 5 KM dan setiap hari saya diantar Ibu ke sekolah dengan berjalan kaki sambil menggendong adek saya. Banyak kenangan indah di sini.

Leave a Comment