Inspiring Generations

Belajar tentang Kesabaran dan Keikhlasan...

Belajar tentang Kesabaran dan Keikhlasan...
Penulis Tofan Mahdi sedang merawat ibunya yang kala itu sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Foto: Istimewa

Misalnya, saat berjalan lewat pematang sawah, ada ular di depan. Entah kenapa, saat itu, ular tersebut tiba-tiba minggir sendiri.

Yang paling membahagiakan adalah kalau menemukan telor bebek di jalan. Artinya, hari itu kami sangat berbahagia karena iso mangan endok (bisa makan telor). Zaman itu, awal 1980an, makan gorengan telor dengan kecap adalah sebuah kemewahan.

Yang juga saya kenang adalah ketika bersekolah di musim hujan. Ibu akan melepas sepatu saya sehingga jalan nyeker sampai dekat sekolah. Baru kemudian cari sungai untuk membersihkan kaki saya dan kembali memakai sepatu.

"La laopo anake sekolah adoh-adoh, kate dadi opo. Paling yo nang sawah." Kata Ibu, cibiran seperti itu hampir setiap hari dia dengar. Oh ya, kalimat tadi artinya:

"Mau jadi apa anaknya disekolahkan jauh-jauh. Paling nanti jadi buruh di sawah." Ketika para saudara dan tetangga menikmati kehidupan sebagai buruh matun sawah, Ibu memilih bekerja jahit bordir dan masak dan tetap menomorsatukan sekolah anaknya.

Hampir dua tahun menjalani sekolah jarak jauh 10 KM PP dengan jalan kaki. Kelas 2 SD, ada saudara Ibu yang merasa kasihan karena sekolah anaknya jauh dan jalan kaki, Ibu ditawari tinggal di rumah dia.

Leave a Comment