Inspiring Generations

Pak Anies Saya Tidak Minta Uang, Beri Suami Saya Kerjaan

Pak Anies Saya Tidak Minta Uang, Beri Suami Saya Kerjaan
Seorang warga Jakarta akhirnya bisa bekerja setelah istrinya curhat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: instagram/@aniesbawesdan


HUMANS OF JAKARTA

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan punya cara tersendiri ketika mendapat curhat dari seorang ibu yang rumahnya ludes dilalap di si jago merah, beberapa hari lalu di kawasan Taman Kota.

Cerita humanis itu, ditulis Anies Baswedan dalam akun instagramnya. Berikut isi tulisannya:

Sedang berdiri di tengah-tengah puing bekas kebakaran di Taman Kota. Lalu seorang ibu setengah baya mendekat.
.
“Pak Anies, semua harta saya habis. Ya tinggal ini aja Pak, baju yg saya pakai,” kata Ibu itu.
.
Ia katakan itu semua dengan nada amat tenang dan teduh. Tak ada kesan emosional ataupun duka.
.
Saya jawab, “Ibu rumahnya yang mana?”
.
“Ya di sini, Pak. Bapak lagi di rumah saya”, jawabnya sambil tersenyum.
.
Rupanya kita sedang berdiri di puing-puing rumahnya. Karena itulah Ia mendatangi dan menyapa.
.
Belum sempat saya tanya lagi, ibu itu sudah langsung berkata, “Pak Anies, bantu saya ya. Saya tidak minta uang dan jangan kasih uang. Beri suami saya kerjaan. Dia tukang poles lantai, Pak.”
.
Saya jawab, "Ibu tuliskan nama dan nomor HPnya. Besok saya atur." Ia langsung cari-cari pinjaman ballpoint dan seadanya kertas. Lalu Ia tuliskan nama dan nomor hp suaminya.
.
Siang ini saya terima foto dari staf, mengirimkan gambar bahwa suaminya sedang bekerja membersihkan lantai di rumah dinas. Dia sedang merajut kembali bangunan ekonomi keluarga yang sempat ludes ditelan api kebakaran.
.
Itulah kisah keluarga petarung. Rumah kecil, sempit tapi semangat besar dan kuat. Seorang istri yang kehilangan segala harta, tapi tak kehilangan harga diri dan percaya diri. Seorang suami yang kerja keras untuk keluarga tanpa mau sedikit pun hadir mengiba.
.
Mereka tak mau meminta-minta, mereka tak mau gelisah tapi mereka justru amat yakin bahwa bisa bangkit lagi. Bangkit dengan tangan sendiri, bangkit dengan ikhtiar sendiri.
.
Jangan pernah sesekali anggap “rendah” mereka yang secara ekonomi masih rendah. Mereka seringkali lebih “tinggi” dari mereka yang duduknya di gedung tinggi.



Leave a Comment