Inspiring Generations

Pidato Terakhir Soeharto Menjelang Lengser Setelah 70 Hari Berkuasa

Pidato Terakhir Soeharto Menjelang Lengser Setelah 70 Hari Berkuasa
Pressiden Soeharto menyampaikan pidato terakhirnya didampingi Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998.

Bahkan, menerjang juga sektor ekonomi. Pada 8 Oktober 1997, Presiden meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu.

Presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter (29 November 1997).

Di tengah krisis ekonomi yang parah dan adanya penolakan yang cukup tajam, pada 10 Maret 1998, MPR mengesahkan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya.

Kali ini, Prof Ing BJ Habibie ditunjuk sebagai wakil presiden. Pada 17 Maret 1998, ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter.

Menghadapi tuntutan untuk mundur, pada 1 Mei 1998, Soeharto menyatakan bahwa reformasi akan dipersiapkan mulai tahun 2003.

Ketika di Mesir pada 13 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan bersedia mundur kalau memang rakyat menghendaki dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata.

Leave a Comment