Inspiring Generations

Mulailah Dari yang Kita Bisa

Mulailah Dari yang Kita Bisa

Tahun 1994 saat baru lulus kuliah, saya bekerja sebagai junior field engineer di lapangan minyak. Perusahaan tempat saya bekerja adalah anak perusahaan Pertamina, bisnisnya logging. Apa itu logging? Kerjanya mengumpulkan data fisik sumur minyak. Pekerjaan kami adalah melakukan berbagai pengukuran fisika terhadap sumur, seperti hambatan listrik, porositas, radiasi sinar gamma, dan sebagainya.

Data itu akan dipakai untuk menganalisa keadaan sumur. Tujuan utamanya untuk memastikan ada atau tidaknya minyak. Kalau ada, pada kedalaman berapa. Dari mana tahunya? Misalnya dari hasil pengukuran hambatan listrik. Air punya hambatan lebih rendah dari minyak. Kalau kita ukur hambatan listriknya pada seluruh sumur akan kita dapatkan hambatan rendah. Kalau di suatu kedalaman tertentu ada tempat dengan hambatan tinggi, mungkin di situ terdapat minyak.

Pengukuran porositas memberi informasi apakah bebatuan di bawah sana padat, atau kopong (porous). Kalau padat, akan menyulitkan untuk memompa minyak ke atas. Kalau kopong, maka minyak akan lebih mudah dipompa.

Kalau sudah dipastikan ada minyak pada kedalaman tertentu, maka dinding sumur akan ditutup dengan semen. Ada perusahaan yang punya keahlian melakukan ini. Di tahap akhir, hanya pada kedalaman di mana terdapat minyak dinding semen itu akan dilubangi. Melubangi ini dilakukan dengan peledak. Prosesnya disebut pervorasi. Ini pun jadi pekerjaan kami.

Pekerjaan seperti itulah yang dilakukan. Waktu itu perusahaan memakai teknologi Schlumberger. Dalam training saya membaca sebuah makalah yang ditulis Schlumberger bersaudara tahun 1930 tentang teknologi logging yang mereka pakai saat itu. Makalah itu membuat saya terkesima.

Yang mereka lakukan saat itu mirip dengan tukang sumur di kampung. Peralatan yang dipakai sangat sederhana, khususnya bila dibandingkan dengan peralatan yang saya pakai, 60 tahun kemudian.

Leave a Comment