Inspiring Generations

Ketika Manusia Tidak Eling, Mari Kita Ajak Mengamati Hasil Karya Cipta Tuhan

Ketika Manusia Tidak Eling, Mari Kita Ajak Mengamati Hasil Karya  Cipta Tuhan
Salah satu bunga ciptaan Tuhan yang amat luar biasa keindahannya, teksturnya dan warnanya. Foto: Istimewa

PERNAKAH kita mengamati dedaunan yang ada di halaman rumah kita? Mulai dari bentuk, warna, goresan dan perpanduan antara batang, ranting dan tangkainya?

Pernakah kita mengamati buah salak berikut kulit dan pelapisnya? Kadang kita tak bisa menelaah lagi lebih dalam atau lebih detil, bagaimana proses penciptaan sebuah tanaman hingga melahirkan buah yang nikmat.

Seorang rekan kantor saya tertegun dan kernyitnya berdiri, manakala melihat saya memegang sebutir salak.

"Coba amati kulit salak ini. Bentuknya memang kasar. Tapi, kulit ini diciptakan Tuhan melalui sebuah proses yang lama. Tujuannya apa? Supaya buah yang ada di dalamnya tidak rusak dimakan wereng atau hama. Lho sudah begitu, di luar buahnya, Tuhan masih saja memberikan pelapis yang tipis. Ini luar biasa dan hanya bisa dicerna oleh manusa-manusia yang mau memaksimalkan akal dan pikirannya," kata saya.

Apa maknanya? "Ya maknanya seperti yang sampean jelaskan tadi." Coba cari makna lain? Teman saya terdiam. Lalu saya sedikit menjelaskan, sebenarnya makna buah salak ini adalah Tuhan meminta kepada manusia agar manusia melindungi dirinya dari berbagai macam godaan.

Atau bisa jadi, Tuhan juga berharap agar manusia bisa melindungi dirinya dan harta bendanya dari serangan penjahat. "Buktinya, kulit salak ini kan ibarat tameng." 

Leave a Comment