Inspiring Generations

Melalui Pameran 'Laku', Zaenal Arifin Mengingatkan Ada Tembok Di Antara Kita

Melalui Pameran 'Laku', Zaenal Arifin Mengingatkan Ada Tembok Di Antara Kita
Zaenal Arifin di acara pembukaan pameran. Foto: Istimewa


NAMANYA Zaenal Arifin. Dikenal sebagai seorang pelukis kelahiran Bandung tahun 1955. Ia besar di Sumatera Utara.

Tanggal 2–10 Maret 2018 lalu, ia menggelar pameran tunggal dengan sepilihan karya yang mengusung tema tentang “Tembok“ yang dapat diartikan sebagai benda nyata hasil budaya manusia, dan sekaligus sebagai ungkapan metaforik mengenai kekuasaan masif yang memecah-mecah bangsa dan masyarakat,

Pameran yang diberi tajuk “LAKU“ ini menghadirkan 30 lukisan dengan visual tembok bata tanpa plester, baik sebagai latar-belakang atau sebagai komponen utama yang diekspos.

Laku dalam bahasa Melayu berarti terjual, alias dibeli orang. 'Laku' dalam bahasa Jawa adalah jalan peziarahan dalam mana seseorang menjalani suatu jalan hidup untuk mengalami pencerahan dan pembebasan bathiniah.

Sejak tahun 2013, Zaenal Arifin mengulik tembok sebagai tema karya-karyanya.

Seperti Pink Floyd dalam lagunya yang berjudul Another Brick on the Wall, tembok bagi Arifin adalah metafor.

Leave a Comment