Inspiring Generations

Cerita Kecil Seputar THR Surabaya Tempo Doeloe

Cerita Kecil Seputar THR Surabaya Tempo Doeloe
Beginilah situasi THR Surabaya di era kekinian. Foto: yuniarinukti.com

Oleh: Amang Mawardi

DULU pada tahun 1960-an/1970-an Taman Hiburan Rakyat (THR) di Jl. Kusuma Bangsa, Surabaya, menjadi pusat hiburan paling top di ibukota provinsi Jatim.

Seingat saya, kompleks ini terdiri dari "tiga komponen", yaitu: rumah makan dan depot yang berderet di bagian utara dan selatan; gedung pertunjukan dan panggung hiburan; serta toko-toko kerajinan yang tersebar di beberapa bagian kompleks. Oia, tentu saja hiburan dan permainan, seperti dremolen, kuda-kudaan berputar, tong setan, dan lain-lain.

Gedung pertunjukan ada di bagian timur, yaitu Srimulat, bioskop misbar Angkasa Park (Taman Angkasa), wayang orang Sriwandowo, dan mungkin (maaf lupa) gedung pertunjukan ludruk.

Gedung yang disebut terakhir ini (gedung ludruk) yang ada di bagian timur mendekati ujung selatan, pada tahun 1970-an dipakai untuk sandiwara non-stop review Lokaria.

Sandiwara Lokaria perpaduan drama berbahasa Indonesia dengan selingan pertunjukan musik. Hampir sama corak performance dengan Srimulat. Bedanya, drama yang dipertontonkan Srimulat lebih banyak menggunakan bahasa Jawa.

Leave a Comment